Hai sobat pembaca! Kali ini aku bakalan mereview buku yang sejauh ini di tahun 2017 yang paling banyak jumlah halamannya. Yuk disimak☺
Judul : Labirin
Penulis : Aci Baehaqie
Penyunting : Jia Effendi
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer ( BIP Gramedia )
ISBN : 978-602-455-193-3
Kesan pertama aku membaca novel ini awalnya lumayan lancar, begitu halaman-halaman berikutnya dibuat bingung.
Mungkin ini yang dimaksud bookreview lainnya, iya aku juga mengalaminya.
Begitu halaman berikutnya, aku harus bolak balik bacanya dan setiap latar tempat dan waktu yang berbeda aku kasih paper😂 biar gak bingung-bingung banget.
Tapi begitu sudah puluhan bahkan ratusan halamannya aku baca. Mulailah "memahami" kisahnya Ayla.
Tentang keputusan yang diambil yang kemudian diiringi penyesalan.
Novel ini sebenarnya sederhana, alur yang maju mundur. Juga dengan konflik di setiap tokoh "pembantu" di novel ini berbeda, dan dikemas lebih menarik dan tentu juga dengan keterlibatan Ayla.
Aku masih stuck di hubungan Ayla dengan Anthony. Mereka itu penuh teka teki memang.
Dan masih mencari jalan keluar dari Labirin ini dengan cara menyelesaikan membacanya.
Persahabatan, keluarga, dan rasa cinta di cerita ini mendominasi. Karakter masing-masing tokoh punya kesan tersendiri untuk dibaca, gak seperti cerita kebanyakan yang "tokoh pembantunya" berlalu begitu saja.
Ayla, sampai 200 halaman yang aku baca. Aku cinta dengan karakter Ayla yang peduli dengan sekitar. Yang tidak menutup mata akan hal yang ada didepan mata.
Sosok seorang Ayah yang begitu menginginkan hal yang pasti dan baik untuk anaknya juga di kuak dalam cerita ini.
Bagaimana seorang Ayah terhadap teman dekat anaknya.
Permasalahan Emi juga makin menambah pengetahuan tentang narkotika. Jadi banyak nilai yang bisa diambil dari novel ini.
Dan aku masih mengharap cemas bagaimana nasib Emi nantinya.
Kalau urusan rindu mungkin jika ditanya siapa yang ahli merindu? Ayla.
Klimaks antara hubungan Ayla dengan Anthoni disini menurut aku "kurang" , bukan karena ide penulis atau apapun tapi aku gak rela menutup kisah mereka secepat ini.
Emi dan Igo menemukan hal yang sebelumnya membuat mereka kurang.
Begitupun dengan Ayla.
Dengan ending yang sangat-sangat tidak aku relakan.
Membaca novel ini seakan membuat aku berkeliling dunia saja, Ayla yang berkelana ke berbagai tempat. Dan di masing-masing tempat dia mempelajari hal-hal baru.
Hal baru apa saja yang membuat Ayla tersadar?
Terlepas dari baiknya penulis mengambarkan kisah #Labirin ini, aku suka dengan fisik novel ini.
Covernya yang sederhana, tapi berkesan. Dan entah kenapa kalau buku terbitan Bhuana Ilmu Populer Gramedia itu lebih elastis😂 bukan berarti dilipat. Tapi kertasnya engga kaku.
Ukuran novel ini juga pas banget di tangan, jadi ga terlalu ribet.
Kalau Ayla merasakan alam menceritakan kisahnya pada Ayla, tapi aku merasakan Penulis menceritakan kisah ini untuk dijadikan pelajaran dan sebagai tolak ukur.
"Ada beberapa kalimat yang kuredam sekuat tenaga agar tidak melompat dari bibirku. Ada setumpuk getar yang kupendam agar tak lagi merusuh dada ini. Ada barisan rindu yang kusimpan dengan rapi agar hanya aku dan Tuhan yang tahu mengenai hal ini" - Hlmn 52/53
"You like maybe?"
"Yes, because maybe is a thing. Maybe is full of possibility, " - Hlmn 78
"Kau tau, rindu ini sangat keras kepala.
Kubilang padanya sudah cukup.
Aku sudah lelah.
Tapi, dia bergeming.
Tetap keukeuh menggenggam kuat kuat kenangan " - Hlmn 343
"Dulu aku selalu bertanya-tanya, kenapa bisa aku mencintai seseorang lebih besar dari rasa cintaku kepada Tuhanku sendiri?"
Terima kasih missfioree atas kesempatannya😘
Ditunggu review novel selanjutnya.
Judul : Labirin
Penulis : Aci Baehaqie
Penyunting : Jia Effendi
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer ( BIP Gramedia )
ISBN : 978-602-455-193-3
Kesan pertama aku membaca novel ini awalnya lumayan lancar, begitu halaman-halaman berikutnya dibuat bingung.
Mungkin ini yang dimaksud bookreview lainnya, iya aku juga mengalaminya.
Begitu halaman berikutnya, aku harus bolak balik bacanya dan setiap latar tempat dan waktu yang berbeda aku kasih paper😂 biar gak bingung-bingung banget.
Tapi begitu sudah puluhan bahkan ratusan halamannya aku baca. Mulailah "memahami" kisahnya Ayla.
Tentang keputusan yang diambil yang kemudian diiringi penyesalan.
Novel ini sebenarnya sederhana, alur yang maju mundur. Juga dengan konflik di setiap tokoh "pembantu" di novel ini berbeda, dan dikemas lebih menarik dan tentu juga dengan keterlibatan Ayla.
Aku masih stuck di hubungan Ayla dengan Anthony. Mereka itu penuh teka teki memang.
Dan masih mencari jalan keluar dari Labirin ini dengan cara menyelesaikan membacanya.
Persahabatan, keluarga, dan rasa cinta di cerita ini mendominasi. Karakter masing-masing tokoh punya kesan tersendiri untuk dibaca, gak seperti cerita kebanyakan yang "tokoh pembantunya" berlalu begitu saja.
Ayla, sampai 200 halaman yang aku baca. Aku cinta dengan karakter Ayla yang peduli dengan sekitar. Yang tidak menutup mata akan hal yang ada didepan mata.
Sosok seorang Ayah yang begitu menginginkan hal yang pasti dan baik untuk anaknya juga di kuak dalam cerita ini.
Bagaimana seorang Ayah terhadap teman dekat anaknya.
Permasalahan Emi juga makin menambah pengetahuan tentang narkotika. Jadi banyak nilai yang bisa diambil dari novel ini.
Dan aku masih mengharap cemas bagaimana nasib Emi nantinya.
Kalau urusan rindu mungkin jika ditanya siapa yang ahli merindu? Ayla.
Klimaks antara hubungan Ayla dengan Anthoni disini menurut aku "kurang" , bukan karena ide penulis atau apapun tapi aku gak rela menutup kisah mereka secepat ini.
Emi dan Igo menemukan hal yang sebelumnya membuat mereka kurang.
Begitupun dengan Ayla.
Dengan ending yang sangat-sangat tidak aku relakan.
Membaca novel ini seakan membuat aku berkeliling dunia saja, Ayla yang berkelana ke berbagai tempat. Dan di masing-masing tempat dia mempelajari hal-hal baru.
Hal baru apa saja yang membuat Ayla tersadar?
Terlepas dari baiknya penulis mengambarkan kisah #Labirin ini, aku suka dengan fisik novel ini.
Covernya yang sederhana, tapi berkesan. Dan entah kenapa kalau buku terbitan Bhuana Ilmu Populer Gramedia itu lebih elastis😂 bukan berarti dilipat. Tapi kertasnya engga kaku.
Ukuran novel ini juga pas banget di tangan, jadi ga terlalu ribet.
Kalau Ayla merasakan alam menceritakan kisahnya pada Ayla, tapi aku merasakan Penulis menceritakan kisah ini untuk dijadikan pelajaran dan sebagai tolak ukur.
"Ada beberapa kalimat yang kuredam sekuat tenaga agar tidak melompat dari bibirku. Ada setumpuk getar yang kupendam agar tak lagi merusuh dada ini. Ada barisan rindu yang kusimpan dengan rapi agar hanya aku dan Tuhan yang tahu mengenai hal ini" - Hlmn 52/53
"You like maybe?"
"Yes, because maybe is a thing. Maybe is full of possibility, " - Hlmn 78
"Kau tau, rindu ini sangat keras kepala.
Kubilang padanya sudah cukup.
Aku sudah lelah.
Tapi, dia bergeming.
Tetap keukeuh menggenggam kuat kuat kenangan " - Hlmn 343
"Dulu aku selalu bertanya-tanya, kenapa bisa aku mencintai seseorang lebih besar dari rasa cintaku kepada Tuhanku sendiri?"
Terima kasih missfioree atas kesempatannya😘
Ditunggu review novel selanjutnya.

Komentar
Posting Komentar