Hai sobat pembaca! Kali ini aku bakal ngereview salah satu buku yang cukup menyentuh banget, judulnya The Most Beloved Man . Siapa sih lelaki pertama yang kalian cintai?
Judul : The Most Beloved Man
Penulis : Kinanti WP , dkk.
Desain Cover : Tim Stiletto Indie Book
Penerbit : @Stiletto_Book
ISBN : 978-602-6648-15-0
Buku ini berisikan dua puluh sembilan kisah seorang anak yang menganggap sosok Ayah adalah sosok cinta pertamanya.
"Biarlah tulisan ini menjadi pengobat rasa rinduku padamu. Bapak, dirimu tidak akan pernah tergantikan dan selalu ada di hatiku" - Vera Harefa
.
.
.
"Sesungguhnya aku sangat bangga pada lelaki pertama yang hadir dalam hidupku itu. Dengan kesibukan Bapak yang luar biasa, ia selalu menyediakan waktu bercengkrama dengan anak-anaknya" - Nour Purnawan
.
.
.
"Anyone can be a father, but it takes someone special to be a dad, and that's way i call you dad, because you are so special to me. You taught me the game, and you taught me how to play it right" - Kinanti WP
.
.
.
"Ribuan air mata dan kekesalan pernah kuciptakan untuk Bapak, malu juga sering kutimpakan akibat kebengalanku, namun semua selalu berakhir dengan senyum dan maafnya." - Susi Hendarti
.
.
.
"Jiwa pendidik, kepemimpinan dan kesederhanaan Babah diturunkan kepadaku hingga aku memiliki niat membangun sekolah impianku." - Hamni Azmi
.
.
.
"Diam-diam terbitlah sebuah keinginan, jika dewasa kelak aku akan mencari sosok suami dengan sifat seperti Bapak. Seorang imam yang mengayomi anggota keluarganya dengan sabar dan tenang." - Febri Purwantini
.
.
.
"Ayah adalah yang teristimewa di duni sebab dari keringatnya, ia memberi tapak untuk melangkah" - Ayas Ayuningtias
.
.
.
"Beranilah saat kamu berada di jalur yang lurus dan teruslah melakukan hal yang benar." - Gieska
.
.
.
"Hal yang paling Bapak takutkan adalah ketika perkataan Bapak sudah tidak lagi didengar, Bapak tidak akan bisa berbuat apa-apa jika melihat kalian tersesat dijalan yang salah. Akhirnya kalian sendiri yang hancur. Bukan seperti itu yang Bapak mau." - Tita Mintarsih
.
.
.
"Saya ingin anak-anak saya dapat bergaul dengan siapa saja, kaya maupun miskin, anak pejabat maupun anak pesuruh, mereka harus dapat menghargai dan memuliakan orang lain." - Lis Emilin
.
.
.
Bagaimana menurutmu ulasan buku ini?
Di halaman 64 aku menemukan kesalahan penulisan atau istilah gaulnya typo, harusnya menulis "memuliakan" tapi ditulis "memulaikan" cukup berpengaruh sih sebenarnya. Mungkin waktu proses editing ya.
.
.
.
"Beribu peristiwa beradu muncul dalam ingatanku. Ibarat sang lebah yang ditusuk sarangnya, mereka berlomba terbang bebas ke udara walau tanpa tahu arah tujuan membawa sakit bekas tusukan" - Amita Simarmata
.
.
.
"Mengapa aku bisa begitu mudah luluh ketika Bapak menasihatiku? Karena beliau tak pernah memprotes sikapku selama aku tak keterlaluan." - Dwi Asih Handayani
.
.
.
"Nak, nanti kalau sudah menikah kamu harus menerima gaji yang diberikan suami kamu dengan sukacita. Jangan sampai kamu mengeluh kurang sehingga menjerumuskan suamimu ke neraka." - Faradella
.
.
.
"Kalau kamu ingin jadi orang pintar, belajarlah yang rajin. Bapak nggak akan selalu bisa nungguin kamu seperti ini sampai gede. Kamu yang butuh pintar, bukan Bapak." - Betty Kristianto
.
.
.
"Meski tak banyak berucap, kau mampu membuat mereka mengerti tentang makna hidup yang akan mereka jalani kelak." - Witri Nur
.
.
.
"Terima kasih sudah menuntunku menjadi diriku yang sekarang. Tiada yang bisa menggantikanmu Ayah." - Emmy Herlina
.
.
.
"Bersyukurlah pada apa yang kita miliku. Janganlah menahan kebaikan kepada siapa pun walau dirimu pernah disakiti. Percayalah apa yang kita perbuat sekarang ini suatu saat nanti pasti akan kita terima hasilnya dan janganlah menahan makananmu kepada orang yang kekurangan karena kita pun pernah merasakan hal tersebut." - Julian Jaene Patty
.
.
.
"Kini hanya sekedar doa yang aku panjatkan bila aku tiba-tiba merindukanmu." - Upiek Widowati Purwani
.
.
.
"Cerita Bapak dan Mama selalu menarik bagi kami. Ada nasihat-nasihat yang terselip untuk kami camkan. Semua masih terekam dalam ingatan." - Ane Fariz
.
.
.
"Ini bukan perjumpaan kita yang terakhir. Setelah ini, akan ada silahturahmi-silahturahmi berikutnya, insya Allah." - Istiqomah Al Mumtazah
.
.
.
"Seberapa jauh aku pergi, Papa selalu ada buat aku. Di mana pun dan kapan pun, Papa adalah yang terbaik untukku." - Evelyne Tanugraha
.
.
.
"Seorang anak akan tetap menjadi anak di mata orangtuanya, begitu kata pepatah." - Sri Widi Handayani Soekarna
.
.
.
"Carilah pekerjaan yang andaikan kau tidak digaji pun, engkau akan tetap senang dan rela melakukannya." - Amilia Sekar
.
.
.
"Keyakinan akan hal magis yang kau banggakan seakan membuatmu hebat tiada dua. Kini semua seakan berbalik menusukmu." - Maduretno
.
.
.
"Ayah adalah orang kedua yang mengenalkanku pada buku dan mendukung penuh saat aku tergila-gila dengan buku." - Lunneta
.
.
.
"Sugesti kebaikan akan selalu tertanam, walaupun sang pelaku sudah berpulang kepada-Nya." - Fuatuttaqwiyah
.
.
.
"Terima kasih Bapak untuk setiap mangkuk bakmi yang hadir di awal bulan sebagai tanda cintamu." - Ummu Arrahma
.
.
.
"Aku tahu benar bahwa Bapak menyayangi aku walau tidak diungkapkan secara langsung melalui kata-kata." - Evi Sidabutar
.
.
.
"Ayah, sekali lagi engkau membuat kamu menangis haru karena kehebatan dan kebaikan yang selalu kau sembunyikan." - Siti Fahliah
Jangan lupa untuk berterima kasih dengan orang tuamu, hari ini, besok dan seterusnya.
Ditunggu ya next reviewnya, untuk daily review bisa cek di @librocubicuralist.id atau instagram pribadi aku @liiaprmna 😆
Judul : The Most Beloved Man
Penulis : Kinanti WP , dkk.
Desain Cover : Tim Stiletto Indie Book
Penerbit : @Stiletto_Book
ISBN : 978-602-6648-15-0
Buku ini berisikan dua puluh sembilan kisah seorang anak yang menganggap sosok Ayah adalah sosok cinta pertamanya.
"Biarlah tulisan ini menjadi pengobat rasa rinduku padamu. Bapak, dirimu tidak akan pernah tergantikan dan selalu ada di hatiku" - Vera Harefa
.
.
.
"Sesungguhnya aku sangat bangga pada lelaki pertama yang hadir dalam hidupku itu. Dengan kesibukan Bapak yang luar biasa, ia selalu menyediakan waktu bercengkrama dengan anak-anaknya" - Nour Purnawan
.
.
.
"Anyone can be a father, but it takes someone special to be a dad, and that's way i call you dad, because you are so special to me. You taught me the game, and you taught me how to play it right" - Kinanti WP
.
.
.
"Ribuan air mata dan kekesalan pernah kuciptakan untuk Bapak, malu juga sering kutimpakan akibat kebengalanku, namun semua selalu berakhir dengan senyum dan maafnya." - Susi Hendarti
.
.
.
"Jiwa pendidik, kepemimpinan dan kesederhanaan Babah diturunkan kepadaku hingga aku memiliki niat membangun sekolah impianku." - Hamni Azmi
.
.
.
"Diam-diam terbitlah sebuah keinginan, jika dewasa kelak aku akan mencari sosok suami dengan sifat seperti Bapak. Seorang imam yang mengayomi anggota keluarganya dengan sabar dan tenang." - Febri Purwantini
.
.
.
"Ayah adalah yang teristimewa di duni sebab dari keringatnya, ia memberi tapak untuk melangkah" - Ayas Ayuningtias
.
.
.
"Beranilah saat kamu berada di jalur yang lurus dan teruslah melakukan hal yang benar." - Gieska
.
.
.
"Hal yang paling Bapak takutkan adalah ketika perkataan Bapak sudah tidak lagi didengar, Bapak tidak akan bisa berbuat apa-apa jika melihat kalian tersesat dijalan yang salah. Akhirnya kalian sendiri yang hancur. Bukan seperti itu yang Bapak mau." - Tita Mintarsih
.
.
.
"Saya ingin anak-anak saya dapat bergaul dengan siapa saja, kaya maupun miskin, anak pejabat maupun anak pesuruh, mereka harus dapat menghargai dan memuliakan orang lain." - Lis Emilin
.
.
.
Bagaimana menurutmu ulasan buku ini?
Di halaman 64 aku menemukan kesalahan penulisan atau istilah gaulnya typo, harusnya menulis "memuliakan" tapi ditulis "memulaikan" cukup berpengaruh sih sebenarnya. Mungkin waktu proses editing ya.
.
.
.
"Beribu peristiwa beradu muncul dalam ingatanku. Ibarat sang lebah yang ditusuk sarangnya, mereka berlomba terbang bebas ke udara walau tanpa tahu arah tujuan membawa sakit bekas tusukan" - Amita Simarmata
.
.
.
"Mengapa aku bisa begitu mudah luluh ketika Bapak menasihatiku? Karena beliau tak pernah memprotes sikapku selama aku tak keterlaluan." - Dwi Asih Handayani
.
.
.
"Nak, nanti kalau sudah menikah kamu harus menerima gaji yang diberikan suami kamu dengan sukacita. Jangan sampai kamu mengeluh kurang sehingga menjerumuskan suamimu ke neraka." - Faradella
.
.
.
"Kalau kamu ingin jadi orang pintar, belajarlah yang rajin. Bapak nggak akan selalu bisa nungguin kamu seperti ini sampai gede. Kamu yang butuh pintar, bukan Bapak." - Betty Kristianto
.
.
.
"Meski tak banyak berucap, kau mampu membuat mereka mengerti tentang makna hidup yang akan mereka jalani kelak." - Witri Nur
.
.
.
"Terima kasih sudah menuntunku menjadi diriku yang sekarang. Tiada yang bisa menggantikanmu Ayah." - Emmy Herlina
.
.
.
"Bersyukurlah pada apa yang kita miliku. Janganlah menahan kebaikan kepada siapa pun walau dirimu pernah disakiti. Percayalah apa yang kita perbuat sekarang ini suatu saat nanti pasti akan kita terima hasilnya dan janganlah menahan makananmu kepada orang yang kekurangan karena kita pun pernah merasakan hal tersebut." - Julian Jaene Patty
.
.
.
"Kini hanya sekedar doa yang aku panjatkan bila aku tiba-tiba merindukanmu." - Upiek Widowati Purwani
.
.
.
"Cerita Bapak dan Mama selalu menarik bagi kami. Ada nasihat-nasihat yang terselip untuk kami camkan. Semua masih terekam dalam ingatan." - Ane Fariz
.
.
.
"Ini bukan perjumpaan kita yang terakhir. Setelah ini, akan ada silahturahmi-silahturahmi berikutnya, insya Allah." - Istiqomah Al Mumtazah
.
.
.
"Seberapa jauh aku pergi, Papa selalu ada buat aku. Di mana pun dan kapan pun, Papa adalah yang terbaik untukku." - Evelyne Tanugraha
.
.
.
"Seorang anak akan tetap menjadi anak di mata orangtuanya, begitu kata pepatah." - Sri Widi Handayani Soekarna
.
.
.
"Carilah pekerjaan yang andaikan kau tidak digaji pun, engkau akan tetap senang dan rela melakukannya." - Amilia Sekar
.
.
.
"Keyakinan akan hal magis yang kau banggakan seakan membuatmu hebat tiada dua. Kini semua seakan berbalik menusukmu." - Maduretno
.
.
.
"Ayah adalah orang kedua yang mengenalkanku pada buku dan mendukung penuh saat aku tergila-gila dengan buku." - Lunneta
.
.
.
"Sugesti kebaikan akan selalu tertanam, walaupun sang pelaku sudah berpulang kepada-Nya." - Fuatuttaqwiyah
.
.
.
"Terima kasih Bapak untuk setiap mangkuk bakmi yang hadir di awal bulan sebagai tanda cintamu." - Ummu Arrahma
.
.
.
"Aku tahu benar bahwa Bapak menyayangi aku walau tidak diungkapkan secara langsung melalui kata-kata." - Evi Sidabutar
.
.
.
"Ayah, sekali lagi engkau membuat kamu menangis haru karena kehebatan dan kebaikan yang selalu kau sembunyikan." - Siti Fahliah
Jangan lupa untuk berterima kasih dengan orang tuamu, hari ini, besok dan seterusnya.
Ditunggu ya next reviewnya, untuk daily review bisa cek di @librocubicuralist.id atau instagram pribadi aku @liiaprmna 😆


Komentar
Posting Komentar