Hai sobat pembaca! Bagaimana hari kalian kali ini? aku bakalan mengulas novel Samantha. Sudah ada yang baca?
Judul : Samantha
Penulis : Risa Saraswati
Penerbit : Bukune
ISBN : 978-602-220-258-5
Kita intip Blurb nya dulu yaaa.
Terlalu lama aku melupakan Samantha, sosok hantu anak perempuan yang kutemui saat umurku masih belasan. Sampai malam ini, dia muncul dan bertanya dengan malu, apakah aku masih ingat padanya? Seketika, aku ingat janjiku pada anak cantik bersorot mata sedih dan kesepian itu untuk sering mengunjunginya dan mengajak sahabat-sahabatku.
Aku benar-benar ceroboh telah melupakannya.
Namun, Samantha tak marah kepadaku. Dia bilang, "Aku selalu terkesan dengan pertemuan kita, kau juga kuanggap salah satu teman terbaikku. Dan yang terpenting, sekarang, kau ingat aku, bukan? "
Kini, pukul dua dini hari, kedua tanganku resah, tak sabar membuka laptop. Aku akan membiarkan jari-jari ini menulis banyak kata.
Samantha, berceritalah kepadaku. Izinkan aku menyelam ke dalamnya, agar aku mengerti bagaimana sulitnya menjadi dirimu.
Keinginanku hanya satu, membuatmu tak lagi kesepian.
Dari blurbnya saja udah terasa unsur kelamnya, penasaran dengan kisah Samantha?
Samantha, gadis kecil yang sedang berusaha mencari perhatian kedua orang tuanya. Jika pertama kali kalian melihat Samantha orang-orang akan berpikir jika dia adalah anak yang cengeng dan nakal.
Well awalnya aku juga berpendapat seperti itu, tapi setelah membaca lebih dalam lagi, ada hal yang bakalan bikin kita kagum dengan karakter Samantha.
Tapi usaha Samantha selalu berujung sia-sia. Mama dan Papanya masih berpaku pada koran dan buku ditangan masing-masing.
Usaha apa lagi ya yang akan dilakukan Samantha agar mendapat perhatian dari orang tuanya?
Kalau kalian biasanya cari perhatian kayak gimana? Share yuk biar Samantha makin banyak idenya 😉
Samantha De Witt. Nama panjangnya, khas banget dengan keturunan orang Belanda. Diawal novel ini memang berlatarkan kisah pada masa Hindia Belanda. Bagaimana pekerjaan mereka di perkebunan, pandangan mereka terhadap kaum pribumi.
Bahkan kadang Samantha bersikap kurang baik kepada pengasuhnya yang merupakan pribumi, katanya Papanya tak suka ia berinteraksi dengan mereka. Jadi supaya Papanya menyayanginya, dia melakukan hal itu.
Salah satu pengasuh Samantha yang bertahan dengannya adalah Rumi. Walaupun perlakukan Nona kecilnya tak lebih banyak baiknya, Rumi memilih untuk bertahan.
Sampai kapan Rumi akan bertahan?
Bagi Samantha, kado Natal yang diberikan Mama dan Papa nya tidak menarik, boneka lagi. Padahal Samantha tak suka boneka 😢. Sini bonekanya buat aku yaaaa😃
Samantha juga selalu ingin ke Gereja walaupun hanya dengan Rumi yang tidak seagama dengannya, padahal setiap hari Mama dan Papanya ditanyakan oleh tuhan(kata Samantha)
Samantha ini sebenarnya pinter, cuma memang kadang agak ngeselin. Suka teriak-teriak.
Banyak banget loh hal "tak terduga" dari novel ini. Kesannya juga kelam banget.
Begitu memasuki halaman berikutnya, Risa mengajak kita pada dimensi dimana alasan mengapa Samantha diacuhkan oleh orang tuanya.
Banyak banget kejutan yang gak aku sangka yang bermunculan dihalaman akhir ini, bagaimana kisah Ibu Samantha dulu. Bagaiamana juga dengan kisah lainnya.
Beberapa pelayan yang dulunya sempat bekerja saat keluarga Samantha masih tinggal di Batavia. Juga dengan rahasia antara Rasmini, kepala pengasuh dengan Samantha yang membuat Rasmini dipecat.
Bahkan Rasmini juga menitipkan surat kepada Samantha agar diberikan kepada mengasuhnya selanjutnya.
Ada yang penasaran dengan alasan mereka membenci Samantha?
Ternyata Samantha dulu mempunyai adik loh 😉
Kisah ini dikemas dengan begitu apik, dengan kesan kelam didalamnya. Kisah ini gak sesederhana apa yang diceritakan di blurb sih menurut aku.
Karakter yang dibangun juga memiliki porsi masing-masing jadi gak ada karakter yang hanya lewat begitu saja, semua nya memberikan kesan tersendiri.
Aku paling suka saat Samantha mengambil alih cerita, fokusku hanya pada dia. Apalagi setelah membaca surat yang ditulis untuk adiknya. Samantha ini polos banget.
Mungkin diakhir endingnya karakter Papa dan Mama Samantha hilang begitu saja, tetapi itu sebenarnya mendukung kenyataan kalau Samantha itu selalu menunguu Papa dan Mama nya menjemput. Hans dan teman-teman lainnya juga sedikit muncul di bagian akhir walaupun cuma narasi doang.
Yang jelas aku jatuh cinta dengan gadis kecil, Samantha ini 🙌
Yeay! Tunggu review ku lagi yaaa, nanti di novel selanjutnya.
Judul : Samantha
Penulis : Risa Saraswati
Penerbit : Bukune
ISBN : 978-602-220-258-5
Kita intip Blurb nya dulu yaaa.
Terlalu lama aku melupakan Samantha, sosok hantu anak perempuan yang kutemui saat umurku masih belasan. Sampai malam ini, dia muncul dan bertanya dengan malu, apakah aku masih ingat padanya? Seketika, aku ingat janjiku pada anak cantik bersorot mata sedih dan kesepian itu untuk sering mengunjunginya dan mengajak sahabat-sahabatku.
Aku benar-benar ceroboh telah melupakannya.
Namun, Samantha tak marah kepadaku. Dia bilang, "Aku selalu terkesan dengan pertemuan kita, kau juga kuanggap salah satu teman terbaikku. Dan yang terpenting, sekarang, kau ingat aku, bukan? "
Kini, pukul dua dini hari, kedua tanganku resah, tak sabar membuka laptop. Aku akan membiarkan jari-jari ini menulis banyak kata.
Samantha, berceritalah kepadaku. Izinkan aku menyelam ke dalamnya, agar aku mengerti bagaimana sulitnya menjadi dirimu.
Keinginanku hanya satu, membuatmu tak lagi kesepian.
Dari blurbnya saja udah terasa unsur kelamnya, penasaran dengan kisah Samantha?
"Bersikap kasar hanyalah salah satu cara anak itu untuk mencari perhatian mereka."
Samantha, gadis kecil yang sedang berusaha mencari perhatian kedua orang tuanya. Jika pertama kali kalian melihat Samantha orang-orang akan berpikir jika dia adalah anak yang cengeng dan nakal.
Well awalnya aku juga berpendapat seperti itu, tapi setelah membaca lebih dalam lagi, ada hal yang bakalan bikin kita kagum dengan karakter Samantha.
Tapi usaha Samantha selalu berujung sia-sia. Mama dan Papanya masih berpaku pada koran dan buku ditangan masing-masing.
Usaha apa lagi ya yang akan dilakukan Samantha agar mendapat perhatian dari orang tuanya?
Kalau kalian biasanya cari perhatian kayak gimana? Share yuk biar Samantha makin banyak idenya 😉
"Semoga bukan boneka lagi... "
Samantha De Witt. Nama panjangnya, khas banget dengan keturunan orang Belanda. Diawal novel ini memang berlatarkan kisah pada masa Hindia Belanda. Bagaimana pekerjaan mereka di perkebunan, pandangan mereka terhadap kaum pribumi.
Bahkan kadang Samantha bersikap kurang baik kepada pengasuhnya yang merupakan pribumi, katanya Papanya tak suka ia berinteraksi dengan mereka. Jadi supaya Papanya menyayanginya, dia melakukan hal itu.
Salah satu pengasuh Samantha yang bertahan dengannya adalah Rumi. Walaupun perlakukan Nona kecilnya tak lebih banyak baiknya, Rumi memilih untuk bertahan.
Sampai kapan Rumi akan bertahan?
Bagi Samantha, kado Natal yang diberikan Mama dan Papa nya tidak menarik, boneka lagi. Padahal Samantha tak suka boneka 😢. Sini bonekanya buat aku yaaaa😃
Samantha juga selalu ingin ke Gereja walaupun hanya dengan Rumi yang tidak seagama dengannya, padahal setiap hari Mama dan Papanya ditanyakan oleh tuhan(kata Samantha)
Samantha ini sebenarnya pinter, cuma memang kadang agak ngeselin. Suka teriak-teriak.
Banyak banget loh hal "tak terduga" dari novel ini. Kesannya juga kelam banget.
"Tolong jangan bilang Mama, Rasmini. Tolong jangan buat mereka semakin benci kepadaku... "
Begitu memasuki halaman berikutnya, Risa mengajak kita pada dimensi dimana alasan mengapa Samantha diacuhkan oleh orang tuanya.
Banyak banget kejutan yang gak aku sangka yang bermunculan dihalaman akhir ini, bagaimana kisah Ibu Samantha dulu. Bagaiamana juga dengan kisah lainnya.
Beberapa pelayan yang dulunya sempat bekerja saat keluarga Samantha masih tinggal di Batavia. Juga dengan rahasia antara Rasmini, kepala pengasuh dengan Samantha yang membuat Rasmini dipecat.
Bahkan Rasmini juga menitipkan surat kepada Samantha agar diberikan kepada mengasuhnya selanjutnya.
Ada yang penasaran dengan alasan mereka membenci Samantha?
Ternyata Samantha dulu mempunyai adik loh 😉
Kisah ini dikemas dengan begitu apik, dengan kesan kelam didalamnya. Kisah ini gak sesederhana apa yang diceritakan di blurb sih menurut aku.
Karakter yang dibangun juga memiliki porsi masing-masing jadi gak ada karakter yang hanya lewat begitu saja, semua nya memberikan kesan tersendiri.
Aku paling suka saat Samantha mengambil alih cerita, fokusku hanya pada dia. Apalagi setelah membaca surat yang ditulis untuk adiknya. Samantha ini polos banget.
Mungkin diakhir endingnya karakter Papa dan Mama Samantha hilang begitu saja, tetapi itu sebenarnya mendukung kenyataan kalau Samantha itu selalu menunguu Papa dan Mama nya menjemput. Hans dan teman-teman lainnya juga sedikit muncul di bagian akhir walaupun cuma narasi doang.
Yang jelas aku jatuh cinta dengan gadis kecil, Samantha ini 🙌
Yeay! Tunggu review ku lagi yaaa, nanti di novel selanjutnya.


Komentar
Posting Komentar