Judul : 36 Questions that Changed my Mind about You ( 36 Tanya Tentangmu)
Penulis : Vicki Grant
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020380735
Bisakah Cinta Direkayasa dengan 36 Pertanyaan?
Sebuah brosur eksperimen psikologi radikal menarik khawatir akan risiko bahwa hatinya dibuat berantakan.
Paul mendaftar karena tertarik pada jumlah bayaran setelah mengikuti eksperimen itu. Namun ia tidak memperhatikan petunjuk apa pun. Apalagi bahwa ia dan pasangan eksperimennya harus menjawab masing-masing 36 pertanyaan yang disediakan.
Dua orang asing. Dua remaja dengan kepribadian berbeda. Saat Hildy dan Paul menyelesaikan eksperimen tersebut, mereka sudah tertawa, menangis, berbohong, melempar barang, kabur dan kembali lagi.
Namun, apakah mereka akhirnya jatuh cinta?
Gimana blurbnya menurut kalian?
Menurutku cukup menarik dengan blurb yang disajikan, tapi begitu membaca halaman-halaman novel ini, kalian bakalan ketagihan 😆.
Ini bisa dibilang novel remaja dengan rate 15+ yaw.
"Jadi sekarang aku selalu cemas bahwa ada masalah buruk lain yang sedang terjadi dan tidak ku ketahui juga."
Kisah ini dibuka dengan kedatangan Hilda atau yang lebih senang disapa Hildy disebuah tempat eksperimen seorang psikolog, Jeff. Kesan pertama aku membaca halaman awal tentang Hildy ini unik banget, dan agak sedikit serampangan ya 😂. Apalagi waktu bawa ikan. Ditambah menjatuhkan miniatur Jeff, hmmm Hildy.
Paul Bergin, tujuan utamanya mengikuti penelitian ini adalah DEMI empat puluh dolar, ayo anak akutansi kalau dirupiahkan jadi berapa? 😆
Begitu mereka dipertemukan disebuah ruangan yang sama, mereka diharuskan menjawab 36 pertanyaan masing-masing yang sudah disediakan. Mereka ini kayak bertolak belakang, tapi masih ada nyambungnya gitu loh 😂 dialognya itu bikin gemesh sendiri. Gregetnya dapet banget lah.
"Mana mungkin kau selesai dengan seseuatu yang bahkan belum kaumulai? "
Nah hayo looh, gimana cara mengakhiri sesuatu yang bahkan belum dimulai?
Kisah antara Paul dan Hildy, tidak hanya sesempit itu. Novel ini juga diperluas dengan kehadiran Xiu, sahabat Hildy yang selalu berurusan dengan rok-nya, dan Max yang seorang gay. Pantesan Hildy masih single sampai sekarang.
Paul bilang warna wajah Hildy itu kayak magenta, tau warna magenta kan? Ungu campur pink gitu, entah gimana maksudnya si Paul, yang jelas i'm in love with him. LOL
Ada juga Gabe, adik Hildy yang akan selalu Hildy lakukan seperti bayi. Bahkan ada satu kejadian yang membuat pertemuan antara Hildy dan Paul batal gara-gara Gabe. Poor you.
Di novel ini juga diselipkan kisah orang tua Hildy, Greg-Ayahnya dan Amy-Ibu Hildy yang bekerja di rumah sakit. Konflik keluarga juga lumayan porsinya disini, tetapi engga membuat kisah antara Paul dan Hildy di nomor duakan.
"Aku ingin berubah menjadi seseorang yang tidak takut melakukan sesuatu."
Yup, sesuai dengan kalimat diatas, aku juga mau kayak Hildy berubah menjadi seseorang yang tidak takut melakukan sesuatu. Selagi positif tentunya.
Menjawab 36 pertanyaan dengan orang yang tidak dikenal bisa menumbuhkan cinta? Rasanya pengen nyoba deh, tapi siapa yaaa...😂
Awalnya aku kira novel ini engga akan semenarik ini, jujur. Aku termasuk orang yang underestimate sama novel terjemahan, karena cara penyampaiannya yang berbeda dengan novel lokal. But, ini rekor pertama aku membaca NOVEL TERJEMAHAN dalam waktu 3 hari 😆. Lama ya? Maklum anak sekolahan, banyak tugas #alasan. Ini udah masuk cepet loh aku baca novel terjemahan.
Karakter yang dihadirkan juga cukup menarik perhatian, apalagi Paul alias Bob. Menggemaskan. Juga dengan Hildy alias Betty. Sayangnya fokus novel ini hanya kepada Paul dan Hildy, padahal aku penasaran dengan kisah Greg, Amy dan Gabe 😶.
Kisah klise yang dibalut bumbu percobaan psikoligi menarik banget untuk dikulik, meskipun aku sudah menebak bagaimana endingnya. Kecuali bagian orang tua Hildy. Kisah ini ringan banget loh, aku di jam kosong dikelas bahkan lebih milih baca ini dibanding ngerumpi dipojokan. Gak akan ngebuat kalian berpikir berat deh.
4🌟 untuk novel terjemahan ini.
Komentar
Posting Komentar