Selamat pagi readers ๐ kamu termasuk pembaca yang suka dengan buku yang membahas tentang mental illnes ga sih? Kalau iya, kamu bakalan suka banget sama novel ini. Let's check this out!
Judul : Rooftop Buddies
Penulis : Honey Dee
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-8819-9
Tahun terbit : 2018
Sebelum kenal lebih jauh dengan karakter dinovel ini, aku share BLURBnya dulu ya ๐
Buat Rie, mengidap kanker itu kutukan. Daripada berjuang menahan sakitnya proses pengobatan, dia mempertimbangkan pilihan lain. Karena toh kalau akhirnya mati, kenapa harus menunggu lama?
Saat memutuskan untuk melompat dari atap gedung apartemen, tiba-tiba ada cowok ganteng berseru dan menghentikan langkah Rie di tepian. Rie mengira cowok itu, Bree, ingin berlagak pahlawan dengan menghalangi niatnya, tapi ternyata dia punya niat yang sama dengan Rie di atap itu.
Merekapun sepakat untuk melakukannya bersama-sama. Jika masuk ke dunia kematian berdua, mungkin semua jadi terasa lebih baik. Tetapi, sebelum itu, mereka setuju membantu menyelesaikan "utang" satu sama lain, melihat kegelapan hidup masing-masing... Namun, saat Rie mulai mempertanyakan keinginannya untuk mati, Bree malah kehilangan satu-satunya harapan hidup.
Gimana blurbnya? Kira-kira siapa sih harapan hidup dari seorang Bree?
Ini pertama kalinya aku membaca novel dengan mengangkat tema "bunuh diri" dan aku merasa masuk ke dalam ceritanya banget๐. Walaupun agak berat, tapi aku menikmati banget.
Aku mau ngenalin karakter yang menurut aku 'penting' dan mengena di cerita ini, so check this out ๐
Merielle aka Rie, karakter Rie disini menurutku keras kepala but di beberapa part aku juga menemukan sosok Rie yang manja, sosok yang mudah menyerah di titik awal permasalahan hidupnya,
Brian aka Bree itu sosok yang lumayan aku respect di novel ini, disaat dia ingin mengakhiri hidupnya dia justru bertemu dengan Rie dan harus menghadapi segala sikap Rie ๐ merengeknya Rie ituloh. Bree ini sosoknya penyayang perempuan ๐ duh mau dong cowok kayak Bree.
Jayden aka Jojo (bukan yang kemarin viral yaw ๐) , adik Rie ini pendiam tapi menghasilkan sesuatu yang besar. Jojo ini pintarnya kebangetan, aku sempat ga rela dengan 'hal' yang dihadapi Jojo.
Selain tokoh diatas ada juga sosok Devon yang mempunyai 'sesuatu' yang mampu mengubah kehidupan Rie. Ada juga Orang tua Rie yang selalu mensupport anaknya, walaupun segala junk food lenyap dari hidup Rie ๐ด
Aku memang menangis sekali-sekali,tapi bukan berarti seluruh dunia tahu dan ikut menangisi hari-hariku kan? - Hal 19
Rie mengidap kanker, sosok remaja tujuh belas tahun yang harus menghadapi hidupnya yang baru saja terasa lebih menyenangkan ketika terlepas dari bahan bullyan empuk teman-temannya. Dulu, Rie menjadi bahan bully karena penampilan Rie yang jelek, masa pubertas memang begitu kan? Aku pun mengalami hal yang sama kok. Dan pengaruh bully ini bisa bertahan sampai kapan pun loh kalau engga segera diatasi dan ga mendapatkan perhatian ataupun dukungan dari orang sekitar.
Kemudian niatnya bunuh diri, ditunda dengan kedatangan Bree. Rie pikir Bree itu malaikat maut yang mewawancarainya sebelum kematian menjemput. Disini aku merasa interaksi antara Rie dengan Bree terlalu cepat sih, apalagi Rie yang dulunya korban bullying bisa bertransformasi dengan baik berinteraksi dengan Bree, yang sebetulnya orang yang baru dikenal.
Cowok tampan seperti Bree, berada di Rooftop dan berniat bunuh diri. Padahal Bree ini mapan banget loh, punya web bisnis sendiri ๐ฏ, kira-kira hal apa ya yang melatarbelakangi keinginan Bree?
"Lakukan apa yang menurutmu benar. Yang benar nggak akan terasa salah." - hal 104
Apakah jalan bunuh diri yang Bree dan Rie rencanakan bisa berjalan dengan lancar? Apalagi ditambah dengan sesuatu yang harus dipenuhi sebelum mereka melompat dari rooftop, kalau kamu jadi Rie ataupun Bree harapan apa yang ingin kamu wujudkan dulu? Makan mie tengah malam? ๐
Kisah antara Bree dan Rie masih panjang, interaksi antara keduanya bisa dibilang cukup cepat dan cenderung manis. Di novel ini juga dikisahkan perjalanan Rie ke Alerawi, awalnya sih penasaran daerah mana yang namanya Alerawi ternyata hanya lokasi fiktif ๐ .
Bahkan ada banyak banget kejadian yang cukup mengerikan diceritakan secara detail banget di novel ini, psst ini tentang Jojo loh ๐ฏ ada yang bisa menebak apa yang terjadi dengan Jojo? Aku ngerasa mengalir banget. Dan gak kaku gitu, gaya bahasanya juga enak banget. Menikmati banget lah.
"Dunia bisa jadi sangat kejam, tapi kamu punya kendali atas diri sendiri, apalagi kamu punya orang-orang yang mencintaimu, Rie. "- hal 158
Novel pertama yang sudah aku baca yang mengangkat tema bunuh diri, dengan blurb yang sudah terasa mencekam dan membuat ekspetasiku tinggi banget terhadap novel ini. Ditambah dengan cover yang begitu eye catchy banget ๐ nilai plus banget lah.
Karakter yang dihadirkan cukup sesuai menurutku apalagi Rie yang masih remaja dan agak labil hingga memiliki keinginan untuk bunuh diri. Juga dengan Bree yang memiliki sikap ngemong, menjadikan sosok kakak untuk Rie. Tapi interaksi mereka diawal memang aku rasa terlalu langsung akrab gitu.
Pembaca bakalan menemukan konflik disepanjang cerita ini, banyak hal yang gak terduga disajikan. Plot-twistnya mantap bangetlah. Aku sampai ga nyangka ada part dimana yang membuat aku sebegitu tercengangnya ๐ฆ.
Penggunaan sudut pandang dari sisi Rie membuat aku lebih memahami karakter Rie dan apa yang terjadi saat Rie masih menjadi korban bullying, itu menyakitkan loh. Di masa remaja yang menjadi pembentukkan karakter tapi mendapatkan pendapat dan hinaan ๐ข i fell it too, walaupun engga seekstrim ini.
Gaya bahasa mengalir, walaupun aku masih pengen penjelasan yang lebih lagi tentang penyakit Rie dan untuk kesalahan penulisan aku menemukan satu kata yang typo tapi engga merubah makna kata itu tersendiri.
Overall novel ini recommend buat kamu yang merasa selalu mendapatkan masalah dan merasa tuhan tidak adil, siapa tau kisah Rie ini bisa menjadi pandangan lain untuk kamu menanggapi masalah yang ada. 4,2๐ untuk novel Young Adult ini.
See you soon ya direview selanjutnya ๐
Wah, ini yang lagi hits. jadi pengen juga baca ini, heheh
BalasHapusSalam kenal, Kreta Amura